Setelah pulang dari rumah sakit, Reza mengemudikan mobilnya ke perusahaan sebentar untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. setelah itu ia pulang kerumahnya mengambil beberapa pakaian karena ia tidak ingin tidur bertelanjang d**a di rumah Indri. setelah itu ia pergi ke rumah indri.
Reza merasa sangat lelah, jarak dari rumah sakit ke perusahaannya menempuh waktu 1 jam perjalanan. dari perusahaan ke rumahnya kurang lebih 1 jam juga. dari rumahnya ke rumah indri 1 jam juga. dari rumah sakit ke rumah indri menmpuh waktu 3 jam.
Reza sampai dirumah Indri pukul 23.00 malam. rumahnya sudah gelap, pertanda yang punya tumah sudah tidur semua. Reza pun mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menelpon Indri.
Indri yang sudah tidur dari jam 10 menjadi terbangun gara-gara ponselnya yang berbunyi .ia mengambil ponselnya dan melihat ada panggilan masuk dari nomor asing. ia pun mengabaikan lalu berbaring kembali. setelah itu ponselnya berdering kembali dan ada panggilan dari nomor yang sama. akhirnya Indri pun menggeser tanda hijau pada layar ponselnya.
"hallo.. " sapa indri dengam khas bangun tidur.
" buka pintu.! aku di depan. " jawab reza
"ngapain kesini lagi. " jawab Indri heran
"sekarang aku suamimu, cepat buka. aku tunggu .!" balas reza lalu mematikan sambungan teleponnya.
setelah menaruh ponselnya ,indri keluar kamar dan membuka pintu ruang tamu. setelah pintu terbuka, reza segera masuk lalu indri mengunci kembali pintu lalu mengikuti reza kekamarnya.
"ada apa kesini malam-malam kak.?? " tanya indri penasaran.
"menjemput mu pulang kerumahku." jawab reza lalu melepaskan jasnya dan melonggarkan dasinya.
"aku enggak mau kak. dirumah kamu sepi, terus nanti aku kesekolahnya bagaimna.? motorku kan disini. " jawab indri menolak
"kamu istriku sekarang. papa yang menyuruhku menjemput kamu. digarasiku ada motor matic, kamu bisa pakai itu. aku mau mandi sekarang. " jawab reza sambil melepas kemejanya.
"sebentar aku rebusin air panas dulu ya.? ini sudah malam, nanti kak reza sakit kalau mandi air dingin. " ujar indri, reza pun mengangguk. setelah indri keluar kamar, reza merabhkan tubuhnya diatas ranjang indri dan akhirnya tertidur.
setelah menyiapkan air hangat di kamar mandi. indri ke kamarnya bermaksud memberitahu reza kalau airnya sudah siap. tapi saat tiba di kamarnya ia melihat reza tertidur lelap. ia pun menggoyangkan tubuh reza.
"kak.. kak reza, air hangatnya sudah aku siapin di kamar mandi." ucap indri sambil menggoyang-goyangkan tubuh reza. reza pun membuka matanya lalu ia duduk.
"pinjam handuk, ucap reza
indri pun mengambilkan handuk baru di lemarinya.
"handuk yang kamu pakai biasanya saja. tadi pagi aku juga pakainya itu. " ucap reza menolak handuk baru karena ia disini hanya 1 hari saja. indri pun memberikan handuknya.
"tolong buatkan kopi juga ya.. " ucap reza minta tolong. indri pun menganguk dan berjalan ke dapur.
setelah mandi, reza duduk di depan indri yang sedang duduk di meja makan setelah membust kopi.
"besok pagi kemasi barangmu yang perlu di bawa. sekalian semua buku sekolah kamu juga" ucap reza lalu meniup kopinya
"apa enggak tanya bapak dulu kak.? oh iya, dirumah kak reza kan sepi kalau aku pulang sekolah aku enggak ada temannya kalau disana. " balas indri
"tanya saja, pasti bapak kamu setuju. kamu pulang sekolah jam berapa.? nanti kalau enggak ada meeting penting aku pulang cepat. " balas reza
"jam 2 kak." jawab indri
"oke bisa di atur. " balas reza