32 :: CUTI SEKOLAH

1078 Words

Kiran yang awalnya datang untuk sekedar mampir, akhirnya tinggal. Menatap lesu Putra yang masih terbaring dengan mata terpejam. Ia sudah mengabari guru lain mengenai cuti dadakannya, sempat diomeli namun Kiran tak merasa menyesal ataupun sakit hati. Baginya, pilihan ini justru lebih baik daripada harus berangkat sekolah dan mengajar namun pikirannya terus mengarah pada Putra. “Sebenarnya kenapa bisa sampai jatuh sih?” gumam Kirana lemah. Tak kuasa melihat perban yang membalut kepalanya, beruntung ia masih mengenakan helmnya jika tidak mungkin kepalanya akan terluka lebih parah dari ini. Pandangannya beralih pada kaki kiri Putra. Dokter mengatakan kakinya patah dan butuh waktu sekitar tiga bulan untuk kembali pulih. “Kamu kapan mau bangun? Apa ga capek tidur terus?” racau Kirana. Ia menge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD