Pukul tiga sore, Putra terbangun setelah tidur panjangnya. Matanya mengerjap dengan mudah. Ia menoleh ke sisi kiri dimana Putri masih dengan seragam sekolahnya sibuk dengan ponsel dan buku tulisnya. “Ehem,” dehem Putra meringis kecil merasakan sebagian tubuhnya terasa sakit. “Kak Putra udah bangun?” tanya Putri mendekat. Ia melupakan tugas sekolah dan jawaban yang sedang ia tulis. Guru memang tak pernah bosan memberikan muridnya pekerjaan rumah. Putra menggigit bibirnya, pandangannya mengedar dengan gerakan yang sangat pelan. “Kakak nyari kak Kiran? Aku suruh pulang tadi. Kasihan daripagi udah dateng sampai sore, nanti dia kesini lagi,” ucap Putri tanpa ditanya. Putra hanya mengangguk kecil. Separuh hatinya terasa hampa, padahal sebelum ia menutup mata, wanita itu berjanji tidak akan kem

