Ruang kelas VVIP memang berbeda, jika dilihat sekeliling Kiran hanya bisa tersenyum iri. Luasnya tak jauh berbeda dengan kontrakannya tapi kelas VVIP di lengkapi TV LED dengan layar dua kali lipat dari miliknya, belum lagi kulkasnya yang bisa di geser kanan kiri. Tak jauh berbeda dengan penginapan bintang tiga. “Seperti yang adikmu bilang, aku pulang untuk ganti baju. Memangnya nyaman seharian memakai blazzer,” balas Kiran duduk di samping Putra. Pria itu mengangguk, tak bertanya lagi. Ia hanya ingin tahu jawaban langsung dari bibir Kirana. “Padahal aku udah bilang untuk hati-hati, ngebut ya?” tanya Kiran membuat Putra muram mendengarnya. “Mungkin, aku lupa,” balas Putra sekenanya. “Tanganmu masih sakit ga buat digerakin?” “Sedikit.” “Aku bawain buku bacaan biar kamu ga terlalu suntuk,

