35 :: CINCIN PASANGAN

1115 Words

Atmosfer rumah sakit yang awalnya terasa hangat dan akrab kini berubah. Kedatangan Elang memiliki pengaruh yang cukup kuat untuk membuat pasien menjadi sangat murung dan pendiam. Saat Elang datang dan mengajaknya bersalaman, Putra mengabaikannya. Ia justru semakin menyembunyikan tangannya. Padahal Elang sudah mendekatkan tangannya. Putri yang sedang bermain dengan ponselnya bahkan merasa asing dengan suasana ini. Ia menatap aura permusuhan dimata kakaknya namun musuh yang ditatap tak bersikap sebaliknya, cenderung tenang dan dewasa. Kiran mengenalkan Elang pada Putri sebagai kenalan baru Putra. “Kronologinya gimana?” tanya Elang pada Putri yang kini tergagap. Padahal sejak tadi, ia seperti orang yang tak terlihat, siapa sangka Elang akan mengajaknya bicara disaat ia sedang membuka mulut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD