Putra tak berhenti melamun sepanjang hari, hingga menjelang malam ayahnya datang, dengan oleh-oleh di tangannya. Sesuai ucapannya. Ayah Putra membawa ponsel baru di tangannya. Ia meletakannya di samping ranjang anaknya. “Belum tidur? Padahal udah jam sebelas lho, emang ga takut kalau ada han─” Putra langsung menutup telinganya, mengingat bagaimana ia ditinggal oleh Putri saja sudah membuatnya frustasi. Ia menatap kesal ayahnya, baru datang sudah menakut-nakuti. “Apa lihat-lihat? Emang ga kangen sama ayahmu yang ganteng ini,” narsis Pak Bagas. Putra hanya menanggapi dengan senyum singkat. Bagas, ayah Putra menaikan tuas ranjang melihat gerak-gerik anaknya yang ingin bersandar. Putra membuka kotak hp dengan tak sabaran. “Wow, ini keluaran terbaru,” ucap Putra melirik ayahnya kagum. Ayahny

