Setengah jam rupanya tak cukup untuk meluluhkan hati wanita. Wanita itu terus merajuk sambil melahap makanan di depannya. Meski menggemaskan dilihatnya tetap saja atmosfer yang tercipta berbeda. Hening dan membuat orang yang berada dihadapannya tak bisa berkutik. Sebagai seorang pria yang memiliki kepekaan tinggi, Elang dengan penuh inisiatif menawarkan minuman untuk kekasihnya, gelas yang di depannya sudah tinggal setengah padahal makanannya sudah hampir habis. “Kak, tambah es jeruk satu,” ucap Elang. Kirana mendelik mendengarnya. Ia mendongak menatap wajah kekasihnya yang tersenyum lebar kepadanya. Senyumannya seakan berkata, ‘Aku menyelamatkanmu dari kepedasan ini.’ Tatapan dan senyumnya menunjukan suatu kebanggaan bak pahlawan kesiangan di malam hari. “Aku tahu kamu kepedesan,” ucap

