Menemani dari nol, mungkin sekarang sudah bukan lagi eranya. Elang takut, keputusannya keluar dari pekerjaan akan membuat Kiran berfikir ulang untuk melanjutkan hubungan mereka yang sudah dibangun tiga tahun terakhir. Membangun usaha dari awal lagi bukan hal mudah. Terlebih trauma dan sakit hati yang belum sembuh. Putra masih setia di ruang tamu. Sudah setengah jam lamanya mereka belum kembali. Pikirannya sudah berkelana namun ia tak mendengar suara aneh. Ia berpositive thinking. Langit juga sudah kembali bersahabat. Ia sudah bisa pulang namun tuan rumah belum juga kembali. Ceklek! Suara pintu terbuka, Putra menjadi gugup. Ia berharap “Mungkin untuk beberapa lama aku akan berhenti berbisnis. Aku mau coba jadi karyawan,” ucap Elang. Kiran tak protes, ia akan mendukung apapun usaha kek

