Alya tersenyum menatap gadis dengan penampilan sederhana di hadapannya. "Hmm ... cantik juga gadis desa yang bernama Sukma ini. Tidak salah Aryan begitu menyukainya." Dalam hati, Alya merasakan sebuah kekaguman. Dia tidak menyangka kalau wanita bernama Sukma yang sudah menjadi madunya tersebut, jauh lebih rupawan dari yang dia bayangkan. "Mari silakan masuk, emm ... Nyo-nyonya Alya!" ajak Sukma, dengan nada gugup. Dia tidak pernah menyangka akan secepat itu bertemu dan berhadapan langsung dengan istri pertama suaminya. Sambil menengadahkan tangan, Sukma mempersilakan Alya untuk masuk ke dalam rumahnya. "Jangan panggil aku Nyonya ... panggil saja Mbak! Kedudukan kita sama. Kita ini sama-sama istrinya Aryan, bukan?" ujar Alya seraya tersenyum ramah, mencoba akrab dengan istri kedua suaminy

