"Sial! Laporan macam apa ini?!" Dion membentak sengit sambil melemparkan dengan sangat kasar, beberapa kertas hingga berhamburan di atas meja. Di hadapan Dion kala itu, tengah duduk berjejer beberapa orang kepala divisi dan rapat penting antar petinggi perusahaan sedang berlangsung. "Kenapa pengeluaran perusahaan terus menerus meroket, sedangkan pendapatan cenderung turun? Apa saja yang kalian kerjakan selama ini, hah?!" Dion menatap satu persatu pimpinan divisi yang menjadi bawahannya selama dia menguasai perusahaan milik Aryan. Semua orang yang ada di ruang meeting kala itu, seketika menundukkan kepala. Tak seorang pun berani menatap ke arah Dion yang terlihat begitu marah, setelah mebaca laporan keuangan dan mengetahui bahwa perusahaan kini mengalami kerugian cukup tinggi, ditambah p

