Gana langsung menggeleng mendengar ungkapan kemarahan Aryan. "Saya rasa, langsung pulang ke tanah air bukan rencana terbaik, Bos. Kita harus kumpulkan lebih banyak lagi bukti dan saksi tentang kejahatan mereka terlebih dahulu," ujarnya, tetap mencoba menyampaikan pendapat dan tidak ingin Aryan bertindak gegabah. Sejenak Aryan terdiam mendengar kalimat sarat nasehat dari Gana. Sambil menatap kedua mata asisten kepercayaannya itu, Aryan bertanya, "Kalau kita tetap tinggal disini, lalu apa yang bisa kita lakukan, Gana? Bagaimana caranya kita mencari bukti-bukti itu, kalau kita tidak segera kembali ke tanah air?" "Pak Dion sangat terobsesi untuk bisa menjadi pemimpin dan menguasai perusahaan Anda sepenuhnya, Bos. Saya yakin, pengacara Anda pasti tahu banyak hal tentang apa saja yang selama

