"Kenapa, Dion? Apa kamu takut dengan kedatanganku kembali?" Aryan terus tersenyum menyeringai, seraya terkekeh kian mengintimidasi. "A-aku ... " Untuk beberapa detik, Dion terlihat sangat gugup, tanpa tahu akan menjawab apa. Namun, sebisa mungkin dia berusaha mengatur napas untuk menenangkan diri dan melawan rasa gentar. "Aku tidak pernah takut dengan siapa pun, Aryan!" balasnya, sambil mengangkat wajah dan ikut menatap Aryan dengan sorot mata tak kalah tajam. "Bagiku kamu itu sudah mati. Kehadiranmu di sini, tak lebih dari sesosok hantu gentayangan. Selama aku masih hidup, aku tidak akan biarkan kamu bisa menghatuiku!" sembur Dion, seakan menegaskan sebuah tantangan. "Memangnya apa yang bisa kamu lakukan, Dion?" Aryan semakin tergelak mendengar ucapan Dion. "Sebaiknya kamu bersiap saja,

