Kepala Alya tertunduk. "Tidak, Aryan! Jangan pernah berkata seperti itu. Nayra itu darah dagingmu sendiri, tapi mengapa tiba-tiba kamu begitu tega ... tidak mengakuinya sebagai putri kandungmu?" Alya menggeleng dan kian mengeraskan isak tangisnya, seolah sangat frustasi, sebab Aryan kini tidak mau mengakui Nayra sebagai putri kandungnya. "Aku tidak akan menyebutkan hal itu tanpa bukti, Alya!" tampik Aryan sinis, sambil mengambil sebuah amplop berwarna coklat dari balik hoodie yang masih dia kenakan. "Ini adalah surat hasil tes DNA antara aku dengan Nayra. Ini bukti nyata perselingkuhan kamu dengan Dion, Alya! Hasil tes DNA Nayra tidak cocok denganku, tapi cocok dengan Dion!" pekik Aryan sengit, sambil melemparkan amplop itu dengan sangat acuh, tepat di atas kepala Alya yang masih bersimp

