Ratusan hari telah berganti, bergandengan dengan hadirnya beribu harapan baru. Puluhan purnama pun berlalu, meninggalkan sejuta kenangan. Akan tetapi, kendati musim demi musim senantiasa datang silih berganti, berbagai kehampaan tetap tersimpan di hati seseorang yang dilanda duka nestapa. Hingga tiga warsa sudah waktu terlewati, Aryan masih tetap memendam segala perasaan pilu dalam jiwanya. Kehilangan Sukma, wanita yang pernah mengajarkan sebuah arti ketulusan serta cinta sejati untuknya, seakan membawa separuh jiwa Aryan juga turut sirna, terasa kosong dan tanpa asa. Meski orang-orang yang telah mendatangkan segala prahara menyakitkan itu kini sudah mendapat ganjaran setimpal, tetapi semua itu belum mampu mengobati luka hati dan rasa kehilangan yang begitu mendalam. Tiga tahun Aryan b

