Bab 27 Kiriman Hadiah

1157 Words

“Loh? Heh! Kok malah di matiin sih?” ucap Mely dengan kebingungan menatap layar ponselnya yang menghitam. Tapi tak butuh waktu lama untuk Mely kembali tertawa karena melihat Alana yang duduk seraya menatap ponsel bermerek itu dengan tatapan bingung dan waswas. Apalagi kini Mely telah menemukan kartu ucapan yang ada di tangan Alana. “Wew... Romantis banget, deh. Lihat aja entar kalau pulang,” sambung Mely setelah membaca isi tulisan singkat tersebut dengan tawa riang, bahkan ia merangkul Mbok Darmi yang ikut tertawa senang. “Mbak, nggak gitu....” elak Alana dengan suara canggung mencoba mengalihkan suasana riang Mely. “Mbok, kayaknya entar malem Arka biar tidur sama kita aja. Soalnya nanti ada yang butuh privacy buat berduaan,” sambung Mely terbahak-bahak kepada Mbok Darmi, mengabaikan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD