bc

Taste me

book_age18+
27
FOLLOW
1K
READ
others
drama
sweet
like
intro-logo
Blurb

Warning!!!!!!!!

ini story 21+ bukan buat bocil2........

sebelum baca jangan lupa follow author dulu ya.....

"Terima kasih untuk keperawanan kamu, saya puas." Tak lupa dia mencium kening juga bibir mungil gadisnya.

jangan lupa pencet tombol love ya

Langsung baca aja ya guys....... Xixixi.......

chap-preview
Free preview
Prolog
Ini story aku yang pertama, semoga banyak yang suka...... jangan lupa follow aku ya...... Happy reading guys...... ??? Sepasang mata cantik nan lentik perlahan membuka kedua korneanya lantaran sinar matahari memasuki cela-cela gorden kamar, sesaat dia mengernyitkan sebelah alisnya ketika merasakan sebuah tangan besar kekar melingkar di pinggang nya begitu erat. Hembusan nafas teratur dapat dia rasakan di belakang tengkuknya, bulu kuduknya kembali meremang, pelan-pelan dia memutar tubuhnya agar bisa menghadap ke arah teman tidurnya semalam, dia tak ingin pergerakan nya membuat lawan main nya menjadi terbangun. Belum sempat dirinya membalikkan badan nya, tangan kekar itu semakin mengeratkan pelukan di pinggul rampingnya, bisa dia rasakan jika pelukannya menunjukkan ke posesifan dalam diri si pria, tapi semua pikirannya segera ditepisnya karena tak mungkin pria ini memiliki perasaan kepadanya. Di balik selimut putih tipis terdapat sepasang manusia tanpa sehelai benang pun, sebenarnya si pria sudah dari tadi bangun dari tidur nyenyak nya, entah kapan terakhir kalinya dia merasakan kenyamanan seperti ini dalam dirinya, hingga seulas senyuman terbit di bibir tebal hitamnya akibat dari kebanyakan menyesap batangan rokok. Aroma percintaan semalam masih sangat menguar di indera penciuman nya, pria yang berbadan kekar berkulit coklat eksotik khas negara tropis, bibirnya mengecup pundak polos berkulit putih kontras dengan tubuhnya, sontak tubuh dalam pelukan nya terjengkit kaget. "Kenapa? Masih kaget dengan sentuhan saya?" Suara bariton serak ciri seseorang baru saja bangun mengejutkan Gadis yang sudah bukan gadis lagi, lantas dia mengangguk kaku. Kini terdengar suara kekehan ringan dari si pria, si gadis bingung mendengar tawa ringan di belakang badannya, apakah laki-laki ini sedang menertawakan nya? Tapi kenapa? Tak ingin berlama-lama memikirkan hal itu, segera dia berusaha beranjak dari ranjang, namun lagi-lagi pelukan itu mengerat. "Diam, biarkan seperti ini dulu." Si gadis pun terdiam dalam pelukan hangat si pria. Punggung polosnya menyentuh dada bidang pelukable milik seseorang berumur 35th, tangan kirinya mengelus bahu putih memberikan sentuhan di sekitar sana, tiupan lembut terasa di belakang telinga nya kemudian menjalar ke arah tengkuknya membuatnya kembali merasakan sensasi merinding. Si gadis menutup matanya, dia menggigit bibir bawahnya dimana dia berusaha menahan desahannya akibat sentuhan serta kecupan-kecupan singkat di berikan oleh si pria, gadis itu bahkan merasakan tonjolan di belahan pantat nya perlahan kembali mengeras, kini tangan kekar si pria beralih ke salah satu gundukan kenyal miliknya, mengelus lalu meremasnya pelan. Tangan kanan si pria yang berada di bawah leher si gadis sekarang mengelus perut rata, masih dengan menutup mata dan menahan desahan agar tak keluar dari bibir mungilnya, tetapi semua itu tak berhasil saat si pria menjulurkan lidahnya menjilat telinga kirinya. "Ahhh...." Senyuman terukir lagi di wajah tampan nya ketika mendengar desahan sexy dari gadisnya. Jilatan itu terus dia ulangi hingga menjalar ke tengkuk tak lupa dia memberikan tanda 'cipok' disana. Dia menatap senang melihat ringisan tertahan juga bekas merah di leher gadis nya. Terasa sentuhan lembut pada bulu-bulu halus di selangkangannya, membuat dia semakin tak bisa menahan gejolak dalam dirinya, setiap sentuhan dari pria ini mampu memberikan sensasi juga sengatan listrik untuknya, laki-laki di belakangnya ini sangat pandai memanjakan dan tau di bagian mana saja yang akan membuat seorang wanita mendapatkan kenikmatannya. "Masih sakit?" Pertanyaan itu tak seharusnya dia tanyakan mengingat semalam adalah pergumulan pertama si gadis dalam hidupnya dan sampai sekarang masih terasa ngilu nya. Sebuah anggukan kecil di terima nya tapi gairah si pria sudah tak bisa di bendung lagi, dia menginginkan kembali merasakan kenikmatan semalam yang dia capai bersama gadis cantik ini. "Tapi saya menginginkan kamu lagi, yang di bawah sudah tegang sudah siap masuk ke sarangnya." Bisik si pria. "Tenang sayang, saya akan melakukan nya dengan lembut." Anggukan kembali si gadis berikan, tak ada yang bisa dia lakukan kecuali menyetujui permintaan laki-laki ini. "Ahhh." Benda tumpul besar dan panjang melesak masuk ke dalam lubang kemaluannya, tak sama seperti semalam yang agak susah, pagi ini tonjolan itu begitu muda memasukinya, sejenak si pria mendiamkan nya untuk memberikan waktu supaya gadisnya bisa rileks. Masih dengan satu tangan meremas gundukan kenyalnya dan satu tangan nya berada di dalam v****a nya, menggesek-gesek klitorisnya membuat si gadis tak mampu menahan desahannya. Perlahan si pria mulai memaju mundurkan penisnya dalam v****a si gadis, genjotan yang perlahan sekarang menjadi lebih cepat. Desahan demi desahan terdengar dalam ruangan kamar kedap suara, si pria mencoba mencari setiap kenikmatan yang tak pernah dia dapatkan, sedangkan si gadis hanya pasrah mendapatkan gempuran pada vaginanya. Gesekan di vaginanya sungguh terasa nikmat, dia yang tak pernah merasakan hal seperti ini sangat susah dijelaskan, gelenjar-gelenjar aneh dalam dirinya mengalir setiap sentuhan dan kecupan dari si pria. "Keluarkan sayang....... Aku ingin melihatmu mendapatkan orgasme pertamamu." Beberapa saat kemudian, si gadis merasakan ada sesuatu yang akan keluar dari mulut vaginanya, dia pun mencoba meminta si pria menghentikan kegiatannya menggenjotnya. "Se..... Sebentar pak..... Sa..... Saya mau pipis ........" Bukannya berhenti si pria itu malah terus bersemangat menggenjot si gadis, dia mempercepat gerakannya pasalnya dia sangat berpengalaman dan tau jika gadisnya akan mendapatkan orgasme pertamanya. Plok plok plok Benturan kedua kulit yang basah oleh keringat mereka tak menghalangi si pria untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, tak lama berselang si gadis merasakan sesuatu terjadi dalam dirinya, tubuhnya mengejang hebat dan rasa plong juga puas dia rasakan, teriakan nyaring dia suarakan. "Ahhhhh........!!!!" Si pria tersenyum puas, dia membalikkan wajah si gadis untuk menghadapnya, bisa dia lihat wajah merah gadisnya dengan mata yang masih terpejam merasakan kenikmatan yang baru saja dia dapat. Lalu dia pun mencium bibir mungil itu dengan lembut tapi memburu karena dia juga merasa akan mengeluarkan cairan nya. Tak lama si pria mencabut penisnya, dia bangun dari posisi tidurnya dan setengah berdiri, menyibak selimut mereka hingga terpampang tubuh mulus putih si gadis. Crot crot crot Cairan putih kental keluar dari penisnya membasahi area perut si gadis, senyuman puas terlihat di wajah sang pria, kemudian dia berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Si gadis hanya diam ketika dia duduk bersandar di kepala ranjang, dengan selimut di tubuhnya dia masih bisa melihat bercak noda darah dalam sprei putih yang tak tertutup selimut. Dia telah merelakan sesuatu yang berharga dalam dirinya untuk orang lain yang bukan lah suaminya. Beberapa saat kemudian si pria keluar dari kamar mandi hanya dengan selembar handuk di pinggangnya, memperlihatkan otot perut six pactnya, sangat sexy dan hot pikirnya, si gadis menunduk malu tak ingin melihat apa yang telah membuatnya salah tingkah sekarang. Tanpa di duga si pria malah tersenyum melihat lucu gadisnya dari pantulan cermin di hadapan nya ketika dia menyisir rambut hitam nya. Setelah selesai berpakaian, dia mengambil selembar kertas dalam tas miliknya, dia menuliskan sejumlah deretan angka disana. Berjalan ke sisi ranjang gadisnya, si pria meletakkan kertas tadi di atas nakas dan dia segera pergi meninggalkan si gadis. "Terima kasih untuk keperawanan kamu, saya puas." Tak lupa dia mencium kening juga bibir mungil gadisnya. Melihat si pria keluar dari kamar, si gadis mengambil secarik kertas yang diletakkan pria nya di atas nakas, matanya membelalak takjub melihat deretan angka yang tak semestinya. Rp 70.000.000,- Tanpa disangka air mata turun di pipi halusnya, dia menghela nafas panjang lalu memasukkan cek itu dalam slingbag nya, diapun bergegas ke kamar mandi dan segera cek out dari hotel ini. Tbc....... 06Februari2021 Gimana ...... Suka gak???? Jangan lupa pencet tombol love ya, kasih koment juga boleh.......

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Their Cursed

read
1.0M
bc

The Last Royal Luna

read
106.8K
bc

Deep Desires (Book 5 of the Blue Moon Series)

read
2.7M
bc

Desert Heat (Complete) (Book 1 to Desert Series)

read
1.6M
bc

Warrior Princess

read
522.3K
bc

Sold to the Billionaire Alpha

read
1.7M
bc

Littles Academy

read
52.8K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook