Ke flat Gita adalah hal yang kulakukan sore ini. Tiba-tiba aku menjadi malas ke apartemen, membayangkan perkataan Arsen tadi membuatku semakin gondok. Gita mengundangku makan malam, dan tentu saja aku langsung mengiyakannya. Dia tinggal bersama kakaknya, yang sudah menikah dengan orang sini. Mereka tinggal di apartemen dengan tiga kamar yang cukup besar. Maklum, tidak ada orang yang benar-benar kaya diantara kami hingga memiliki rumah. Aku senang kesini, kakak Gita –Mbak Aya memiliki seorang anak, baru saja lahir beberapa bulan yang lalu. Kadang, tujuanku menerima undangan Gita hanya untuk menemui anak Mbak Aya. Gita tau perasaanku, dia dan anak-anak PPI lainnya tau bahwa aku pernah keguguran. Dan mereka sangat mengerti saat aku memandangi anak kecil. aku tidak tau kenapa aku selalu sepe

