Aku memilih bungkam sejak Arsen mengendarai mobil Ayah. Lebih baik aku menikmati pemandangan yang tidak akan pernah kudapat di Jakarta maupun di Berlin seperti ini. aku meremas ujung pashminaku dengan gusar. Berusaha untuk bersikap lebih tenang sekarang. Saat kami memasuki kawasan Puncak Lawang, aku mengerti kemana dia membawaku. Arsen bisa dikatakan cukup akrab dengan daerah sini. Dua tahun, baiklah satu tahun lima bulan bersamaku, aku sudah sering menyeretnya jalan-jalan kesana kemari dan menyuruhnya untuk menghapal jalan agar jika kami kesini lagi, kami tidak akan tersesat. Ternyata dia melakukannya. Dia tak mengatakan apapun padaku sejak aku pura-pura menyalaminya di depan para tante dan tetangga. Ibu bilang aku untuk berakting bukan? Baiklah aku bahkan pernah bisa berakting lebih b

