Sejak tadi malam, memang suasana di rumahku sudah berisik. Resepsi diadakan di rumahku, akad mempelai diadakan di Surau Gadang. Sama seperti pernikahanku dulu, bedanya, aku tidak ada resepsi disini, hanya akad kemudian tamu datang ke rumah untuk makan-makan karena resepsi besar diadakan di Jakarta. Semalaman, suara rabab mulai terdengar dari tengah malam. Membuat Arsen –yang terpaksa- tidur di kamarku tidak henti-hentinya berdecak, membuat istirahatku terganggu sepenuhnya. aku memang diberikan obat dosis rendah oleh Bidan Yaya yang telah meyakinkanku tidak akan terjadi apa-apa dengan bayiku. Saat akan menyuntik, aku terpaksa jujur akan kondisiku saat di jerman kepada bidan itu. Membuat ibu hampir pingsan. Ibu dan Ayah telah tau seberapa buruk kondisiku saat itu. Sejak tadi malam pula, I

