Di Panti, Nendra terdiam seakan bisu karena masih memikirkan tentang perkataan Lendra. Bagaimana jika Pesona tahu mengenai taruhan itu? Bagaimana kalau Lendra menemui Pesona dan mengatakan hal yang tidak-tidak? Bagaimana kalau Pesona marah lalu memutuskan dirinya? Bagaimana dan bagaimana terus bermunculan di kepalanya seperti kaset rusak yang berulang-ulang. Pesona yang sedang mengerjakan tugasnya menoleh ke arah Nendra yang saat ini tengah melamun sambil bersedekap. Dia mengernyit saat melihat lelaki manja dihadapannya tiba-tiba berekspresi serius seperti itu. Selama ini, Pesona tidak pernah melihat seorang Ganendra bersikap serius. Lelaki itu selalu saja bersikap manja dan kekanakan, tetapi itu sangat menggemaskan menurutnya. "Kamu kenapa?" tanya Pesona. Nendra mengalihkan tatapannya

