Sejak kepulangan Helena dari rumah sakit, kediaman Simon yang biasanya berisik ketika ada gadis itu kini berubah menjadi sepi. Walaupun Helena sudah kembali, gadis itu tetap tidak bisa melupakan kejadian yang membuatnya kehilangan janin yang seharusnya ia beritahukan kepada Simon tepat di hari ulang tahun pria itu yang ke tiga puluh dua tahun. Besok, itu lah hari ulang tahunnya. Entah Helena masih ingat atau tidak dengan tanggal lahir pria itu mengingat keadaannya yang kini hanya duduk diam di pinggir ranjang dengan tatapan kosong yang mengarah ke jendela kamar. Dengan masih memakai gaun tidur satin warna putih miliknya, ia tatap lurus keluar jendela dengan kedua mata yang sebab. Ia masih menangis hingga sekarang. Di luar kamar, berdiri Simon dengan sebelah tangan yang memegang knop pin

