Braak. Kaca yang ada ditangan Meiya melayang, matanya menatap tajam kaca itu. "Mei?" kaget Bellvania. "Engga bisa dibiarin, aku bakal kesana jemput Ayra untuk tinggal bareng sama aku aja. Laki-laki biadab," ujarnya kesal, Bellvania menggelengkan kepalanya, berdiri dan duduk disamping Meiya. "Kamu tau kan kalau Ayra tidak suka dikasihani? Aku kasi tau kamu supaya kamu pantau terus, pernikahan mu kan sehabis lebaran jadi pastinya punya waktu. Beda dengan aku, pastinya sibuk urus persiapan pernikahan." Meiya memiringkan badannya, memegang erat tangan Bellvania. Mata keduanya saling bertemu, "Ayra, Annisa, Yahya dan Kamu. Kalian sudah kuanggap sebagai saudara kandungku sendiri, Ayra bakal aku jaga ketat, sebagian pengawal papa akan aku bawa kesana dari jauh. Si tukang selingkuh itu

