Cinta memang membingungkan Kemarin masih baik-baik saja Hari ini pun mungkin baik-baik saja Siapa yang tahu dengan esok? Lusa? Atau seterusnya? *** Gadis itu duduk termenung di pinggir kolam renang. Sejak beberapa hari lalu sepulang dari rumah sakit, Dista jadi agak pendiam. Ia bahkan belum memberitahu kakaknya perihal apa yang terjadi dengan hasil tes kesehatan. Kelvin menghampirinya dan mengacak rambut adiknya. "Melamun terus kamu ya?" "Ish. Kak Kelvin!" protes Dista dengan poutan bibirnya yang khas. "Mikirin apaan sih?" "Bukan apa-apa." "Mikirin cowok?" terka Kelvin sambil ikut duduk di kursi lain. Dista menggeleng. "Kak Kelvin serius mau nikahin kak Sena?" "Ya. Kenapa? Bukannya kamu dipihakku?" "Ehm... ada yang mau kukatakan, Kak. Tapi, aku khawatir Kakak akan shock."

