Bab. 31 - Ada Sesuatu

1896 Words

Aku pernah merindukanmu sebanyak tetesan hujan dari langit Tapi entah kenapa, kamu justru sibuk berlari karena takut kebasahan Apakah rinduku terlalu menakutkan untukmu? *** Empat bulan kemudian... Dista sedang melamun di pinggir kolam. Kakak iparnya datang menghampiri dan duduk di kursi. Perut Sena sudah mulai terlihat agak buncit, ia tak berani ikut duduk di area licin seperti adik iparnya yang lesehan di samping kolam. "Sore-sore gini, mendung pula, enaknya nyamil yang anget-anget ya, Dis," ujar Sena. Tak ada respon dari Dista. Gadis itu sibuk menerawang kedalaman air di depan matanya. Seolah menimbang sesuatu dalam dunia pikirnya sendiri. Sena sadar kalau Dista tengah melamun. Ia berdehem dan pura-pura batuk beberapa kali. Barulah Dista terkesiap dengan cepat. "Eh, Kak Sena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD