Bab. 10 - Perlahan

1407 Words

Tidak tau kenapa masa lalu begitu mengikatku Padahal sebagian sangat melukai ingatanku Tidak tau kenapa juga hadirmu mengetuk hatiku Padahal masih ada serpihan kenangan yang harus kubersihan di dalam pikiran dan jiwaku Apa kubiarkan saja kamu menunggu? Atau boleh kah kubuka pintu ini untukmu? - Kelvin - *** "Oh Sena yang pakai kacamata warna baby pink dan jarang senyum itu?" "Pelan-pelan kalau ngomong." "Ya biarin aja, biar sekalian semua orang tau dia itu gimana. Aku udah lama nggak suka sama itu perempuan." "Kenapa gitu?" "Ih kalian pada nggak tau ya? Kan si Sena tuh demen banget keluyuran malem. Pernah kulihat keluar klab sama pak Dion kapan lalu. Kukira salah orang, ternyata memang dia. Nggak nyangka banget." "Hah? Seriusan? Setauku Sena itu baik kok. Aku sering dibantu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD