Agam masih berada di jalan dan sekarang ini jujur saja pikiran Agam sudah dimana-mana. Matanya juga masih mengeluarkan air mata, dinginnya malam yang menusuk beserta derasnya air yang jatuh ke tubuhnya tidak ada apa-apanya di banding dengan hatinya yang sakit. Sebenarnya Agam sedang tidak bisa fokus tapi ia harus tetap mengendarai motor ini sampai ke rumah Kiara. Ia akan tenang ketika nanti sampai sana. "Aruna, kenapa kamu kayak gini? Kenapa kamu begitu cepat mendapat pengganti aku Aruna? Padahal aku mau kita berdua selamanya, aku mau kamu jadinya yang pertama dan terakhir untuk aku. Tapi kayaknya hal itu udah ga akan bisa terjadi." Ujar Agam di perjalanannya ini. Agam masih memikirkan banyak hal, rasanya kepalanya sangat pusing karena pikirannya juga penuh. Matanya pun juga sekarang in

