Page 64 - Elliezabeth

1062 Words

Rei melambaikan tangannya ke arah Chairey yang baru saja memasuki gerbang sekolah. Menoleh ke arah Zen yang ada di sebelahnya lalu tersenyum manis. "Chairey akan segera lulus, jadi kalian sudah bisa ke arah yang lebih serius. Jangan bilang kau masih mau mengulur waktu jadi lebih lama? Kalau kau lambat bagaimana kalau Chairey diambil orang lain? Kau mau Chairey dipacari orang lain lalu menikah dan hidup bahagia selama-lamanya!? Kau bahkan hampir kehilangan Chairey karena Zega kemarin, kau masih ingat, 'kan?" Rei menodong Zen dengan rentetan pertanyaan yang tidak sempat Zen jawab. Zen memundurkan tubuhnya spontan karena Rei yang membuat tubuhnya lebih dekat. Tangan Zen sibuk menahan tubuh Rei agar tidak lebih bergerak maju. "Aku tidak berpikir untuk mengulur waktu. Tapi aku tidak mau buru-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD