"Sydney! Sydney! Buka matamu! Buka matamu! Kau tidak boleh seperti ini! Siapa yang mengizinkanmu jadi seperti ini!? Buka matamu! Sydney!" Deaz berteriak karena tidak lagi merasakan deru napas Syd di tubuhnya, karena tidak lagi merasakan kehangatan dari adik perempuannya. Deaz memeluk erat tubuh Sydney dengan kedua tangannya, benar-benar erat dan meraung tanpa memedulikan sekitar. Sementara Rei masih berdiri di tempat yang sama dengan senjatanya, masih tidak menerima kenyataan jika dirinya menjadi perenggut nyawa gadis yang ia sukai, jika dirinya adalah pembunuh gadis yang ingin ia lindungi, jika dirinya adalah orang gila yang membiarkan emosi menguasai pikirannya dan tidak lagi awas pada apa-apa yang ada di sekitar. Rei tidak habis pikir, bagaimana ia bisa tidak sadar jika Sydney ada di sa

