Jacob masih terus bersiul. Entah bibirnya pegal atau tidak. Namun jujur saja, aku menikmatinya. Apa yang ia lakukan membuatku lebih tenang dan mengurangi rasa takutku. "Ha.. ha.. ha.." suara tawa wanita itu kembali terdengar, malah semakin keras dan dekat. Sontak aku langsung menghentikan langkahku dan mengeratkan cengkaraman pada lengan Jacob yang sudah menghentikan siulannya dan sekarang menatapku tanpa ekspresi. "Ha.. ha.. ha.." Suaranya kembali semakin dekat dan keras. Tak.. tak.. Klotak "Iya.. aneh juga hahaha.." Namun suara tawa itu kini bercampur dengan suara langkah sepatu dan mulai terdengar seperti sebuah percakapan. Tiba-tiba dua orang suster berambut pendek muncul dari lorong ujung. Mereka terlihat sedang mengobrol seru sambil tertawa perlahan. "Ah...?" Gumamku menyadar

