"Loh? Kenapa? Untuk apa lagi kau masih disini?!" "A.. aku harus menunggui Jacob, kak. Bagaimana pun dia teman sekelasku. Lagi pula sebenarnya dia baik kok, kak.. serius.." Jelasku melas. "Ck! Terserah kau sajalah! Urusanmu, Han. Kakak pulang sekarang!" Jawabnya kesal, lalu melangkah pergi meninggalkanku sendirian di koridor yang sepi. Aku menghela nafas berat, lalu duduk di kursi tunggu dengan malas. Mengambil ponsel dari kantung celana, dan mulai mengetik pesan. ‘Ma.. kak Hilman pulang duluan, aku akan menunggu Jacob disini sampai orang tuanya datang. Aku baik-baik saja kok ma, jadi tenang aja. Nanti, aku minta papa jemput kalau sudah beres.’ -Kirim. Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Waktu begitu cepat berlalu dalam keadaan seperti tadi. "Mereka bukan orangtuaku." Tiba-tiba kat

