Arion berjalan tergesa setelah mendapat telpon dari Papa mertuanya. Setelah tiba di ruangan orang nomor satu di Kodam itu, ia mengetuk pelan pintu dan beranjak masuk ketika mendegar sahutan dari dalam. Arion memberi hormat dan menurunkan tangannya setelah Surya Atmaja menurunkan tangannya. "Pagi Ar" "Siap, pagi Ndan!" jawab Arion tegas. Wajahnya datar seperti biasa. "Silahkan duduk, banyak yang harus kita bicarakan" ucap Surya Atmaja. "Siap!" Surya Atmaja menatap lekat menantu kesayangannya. Arion memiliki prestasi yang gemilang dan tentu saja menjadi kebanggaan keluarga. "Kamu akan ditugaskan ke Lebanon, sebagai peacekeeper. Hanya 3 bulan untuk mengisi kekosongan posisi itu disana" ucap Surya Atmaja. "Izin, waktu keberangkatannya kapan Ndan?" "Sa

