Baru saja mereka melepas kepergian Melinda dan yang lain, kini Reyga harus membiarkan Anita dan Haikal pergi keluar. Mereka berdua hanya berjalan kaki, dengan berhati-hati meninggalkan halaman polsek. "Harusnya kita mengikuti mereka," ujar Karin dengan sorot curiga setelah punggung pasutri itu sudah tak terlihat dalam jangkauan mata. Reyga menghela nafas. "Kamu lupa apa perintah Melinda?" Karin menoleh pada Reyga. "Kamu nggak curiga sama mereka?" "Nggak ada gunanya curiga sama mereka kan?" Giliran Karin yang menghela nafas. "Kamu nggak ngerti. Waktu itu si Anita itu benar-benar mendesak Bapakku untuk mempercepat vaksinasiku. Namun setelah Bapakku menolak, wabah ini langsung menyebar. Aku curiga hal ini disengaja." "Kamu aneh ya? Kalau ini disengaja, bukannya akan sangat berbahaya bag

