“b*****t!” makian itu mengalun keras dari bibir Gabriel begitu wanita itu keluar dari gerbang rumah Alex, wanita satu itu bahkah menenang kasar gerbang tinggi yang kini memisahkan dirinya dengan rumah besar itu. “b******k! Alex benar-benar membuat harga diriku jatuh dihadapan lacur itu!” Gabriel menarik nafas kasar karena emosinya yang memuncak, “lacur sialan itu akan semakin berada diatas angin dan memandangku rendah!” “Argh!” jeritnya mengalun keras karena frustasi, “b******n b******k!” suaranya membelah malam yang sepi hingga sebuah mobil berhenti tepat didepan wanita itu. Si pengemudi membuka kaca mobil sembari membunyikan klaksonnya, “Apakah kau akan terus berteriak seperti orang gila di jalanan? Ayo cepat masuk, Gabriel!” “Jangan ikut membuatku emosi, Carmen!” sentak Gabriel semb

