48.

1336 Words

Darah di pergelangan tangan yang tergores dalam itu mengalir tak terkedali yang semakin lama semakin menguras kesadaran Luna hingga akhirnya tubuh gadis itu melemah dan terjatuh. Manic kelamnya mulai kehilangan focus dan nafasnya mulai menipis seiring dengan melemahnya detak jantung miliknya karena banyaknya darah yang keluar. Luna tahu sebentar lagi dia akan mati. Dia akan pergi meninggalkan dunia ini tanpa ada rasa sakit yang menggerogoti hati maupun fisiknya lagi. “Terima kasih.” Suara gadis itu mengalun sangat pelan diiringi seulas senyum tipis dibibir, berterima kasih pada sang pencipta karena jalannya untuk mati sangat mudah. Secara perlahan manic itu tertutup dengan tenangnya, tak meresakan sedikitpun sakit dalam dirinya atas apa yang dia lakukan. “Luna!” dan sesat setelah Luna

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD