Kelopak mata yang hampir 20 jam tertutup itu perlahan bergerak diikuti dengan bergeraknya saraf di jemari kecilnya. Nafasnya yang semula setipis tissue perlahan kembali normal seiring dengan detak jantungnya yang berpacu dalam batas wajar. Dan sosok yang sudah 20 jam terbaring itu secara perlahan membuka kelopak matanya, gadis itu menatap langit-langit kamar yang dia tempati dengan pandangan buram dan kosong. Luna tahu dia masih hidup dan Tuhan tidak mengijinkan dirinya mati dengan mudah. 'Bahkan tuhan tidak mengijinkan aku untuk mati.’ Manic itu kembali terpejam seolah berharap tidak bangun lagi. “Akhirnya kau siuman setelah sekian lama.” Suara berat itu membuat Luna semakin enggan membuka manicnya terlebih saat dia mendengar suara derap langkah kaki pria itu mendekat kearah ranjang

