"Apa yang anda katakan?!" Manic Luna melotot lebar, terlebih lagi saat gadis itu merasakan sesuatu dibawah sana, "Tidak!" Geleng Luna keras, "Saya tidak mau!" "Sayang sekali, padahal tadi kamu berkata mau membantu saya bebersih diri." Dan tatapan Alex melembut dengan ekspresi merajuk, "Sekali saja. Kamu tidak kasihan pada saya, sudah dari tiga Minggu kita tidak bertemu. Mau ya?" 'Sekali awalnya namun akan menjadi dua kali, tiga kali dan seterusnya.' bibir Luna cemberut, Gadis Itu menatap sang tuan kesal, 'Apa yang ada di otaknya hanya masalah s**********n?' "Sayang?" Tangan pria itu mendekap tubuh Luna semakin erat dan menumpu kepalanya pada pundak si gadis. 'Tapi apakah kau tega pada Tuan setelah apa yang dia korbankan untukmu? Dia rela mendekam di jeruji besi hanya untukmu.' Manic Lu

