“Kupikir kau kemana karena saat aku bangun aku tidak melihatmu berada di kamar.” Sulikah datang menghampiri Luna yang telah berada di dapur untuk menyiapkan sarapan bagi sang tuan. “Aku bangun pagi-pagi sekali karena punggungku sakit terlalu lama berbaring.” Karang Luna dengan menggigit bibirnya keras, gadis itu merasa bersalah telah memulai hari dengan satu kebohongan namun apa yang dikatakan Luna tidak sepenuhnya bohong karena punggungnya benar-benar sakit akibat apa yang dia lakukan bersama sang tuan. Pria satu itu benar-benar seperti singa kelaparan, menggempur Luna sepanjang malam tanpa peduli kondisinya yang sudah tidak bertenaga. “Kalau kau merasa badanmu sakit atau pegal, jangan sungkan untuk minta dipijit.” “Tidak usah. Ini saja sudah mendingan.” "Baguslah kalau begitu." Dan

