"Kau tahu arah rumahmu sendiri, kan?" Alex memacu sedan hitamnya menembus jalanan kota yang cukup lenggang di weekend ini demi memenuhi syarat yang diajukan oleh Luna. Alex sebenarnya sudah pernah ke rumah kumuh yang ditempati oleh ibu Luna namun untuk kesempatan kali ini Alex memilih pura-pura tidak tahu demi menjaga kepercayaan gadis itu padanya. "Anda tinggal lurus saja setelah perempatan depan sana belok kanan lurus setelah itu belok kiri, akan ada perkampungan disana. Nomor rumah saya 98B." terang Luna sembari menatap jalanan dengan tatapan khawatir. "Ternyata rumahmu tidak terlalu jauh dari rumah saya. Jika tahu seperti itu, kenapa kau tidak pulang sendiri untuk menyusul ibumu, hm?" "Saya tidak punya keberanian untuk pulang." Luna menggigit bibirnya keras, "Anda tahu sendiri ala

