'Kenapa anda kembali sekarang?' 'Kenapa saya harus bertemu dengan anda dalam situasi seperti ini?' Luna tak berani bergerak dan tak berani menjawab pertanyaan yang keluar dari bibir sang tuan. Seharusnya Luna tidak lancang masuk ke ruangan itu jika dia tahu sang tuan akan pulang ke rumah setelah sekian lama menghilang. "Kau pastinya sadar bahwa sketsa yang ada di kanvas itu adalah dirimu yang sedang berkebun tadi." Alex menatap kanvas disebelah Luna dengan tatapan lembut, "Kau tak ubahnya seperti sekuntum bunga cantik yang ikut mekar bersama dengan bunga-bunga yang ada disana. Kau terlihat cantik dengan warnamu." Alex melayangkan pujian penuh rayu namun sayang apa yang dilakukan Alex tidak mendapatkan respon positif dari gadis yang berada didepannya itu. "Kenapa kau diam saja, hm?" S

