20.

1256 Words

"Kau gila, Alex!" suara Gabriel mengalun keras begitu permainan mereka usai, "biarkan mereka nggak suka dan melihatku tanpa sehelai benang!" wajah Gabriel memerah, murka. Gabriel adalah anak salah satu pengusaha terpandang dan harga dirinya hancur lebur saat dua pelayan Alex melihatnya tanpa busana dan sedang melakukan hubungan seks. "Kenapa kau harus marah? Bukankah ini kemauanmu sendiri?" alis Alex naik dengan nada mengejek. "b******k!" Gabriel menggertakkan giginya keras, menahan amarah dan fakta bahwa Gabriel sempat mengerang nikmat bahkan mencapai kepuasan saat dua pelayan Alex melihatnya tadi. "Kalau kau malu, sebaiknya kau pulang saja! Lagipula urusan kita sudah selesai."Alex menyalakan rokoknya kembali dan menatap Gabriel acuh tak acuh. "Ya, aku memang ingin pulang sekarang."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD