Tubuh gadis itu mematung kaku dan menelan ludah serat disertai dengan keringat dingin mengalir disela-sela pelipisnya saat menatap sosok pria yang berdiri di depan sana. Luna tidak menyangka dia akan tertangkap begitu cepat oleh sang tuan karena sebelum dia pergi ke bank, gadis itu sudah memastikan kalau sang tuan sudah pergi dari rumah. "Luna Nafeeza Zahra." Alex melapalkan nama gadis itu dengan lambat, "Senang akhirnya bisa melihat rupa aslimu tanpa menggunakan make up mengerikan yang selama ini kau kenakan." Alex melangkahkan kakinya, mendekat kearah gadis yang kini mulai menundukkan kepalanya karena ketakutan itu. Alex menatap penampilan Luna, dari ujung kepala ke ujung kaki, menatap penampilan sederhananya yang terbalut dengan kaos panjang dan jeans bekas namun tetap membuat gadis

