Semuanya Hanya Demi Dara

1284 Words
" Apa magsud anda mengatakan itu? " Marvel cukup terkejut dengan ucapan Xia. " Kita sudah menikah, kenapa kamu nggak coba aja nerima aku? " " Saya sudah punya Dara, dan saya sangat mencintainya. " " Tapi kamu sudah nikah Marvel. " Jawab Xia dengan nada tinggi, Marvel sempat tersentak namun ucapan Xia membuatnya emosinya ikutan naik bahkan pria itu langsung bangkit dari duduknya. " Itu juga karna keegoisan anda nona Xia. " " Jngan panggil aku nona Marvel " desis Xia dengan wajah dingin." Kita sudah menikah, dan kamu nggak harus seformal itu, kita orang asing. " " Tapi sampai kapanpun anda dan saya akan tetap jadi orang asing bagi saya. " Setelah mengucapkan itu Marvel keluar kamar meninggalkan Xia yang menahan rasa sakit juga amarah dihatinya. Marvel berjalan keluar, hari sudah mulai malam namun dengan angin yang cukup dingin. Namun hatinya yang terasa panas tak membuatnya kedinginan. " Seandainya obsesimu tidak membutakan hatimu, mungkin kita bisa menjadi teman Xia. " Lamunan Marvel kembali pada ingatan 2 bulan silam. Ketika tiba tiba saja dia diajak makan malam bersama keluarga besar Xia yang memang sudah menganggapnya keluarga sendiri. Beberapa kali dia dapati Xia, adik dean melirik kearahnya, namun dia tak perduli mungkin hanya memang kebetulan dan dia tidak merasa keberatan dengan itu. Hingga ketika usai makan, Darren menyuruhnya untuk menemuinya diruang kerjanya yang cukup privat. Keduanya duduk berhadapan, hanya terseket meja yang tidak terlalu lebar. " Marvel kamu tau kenapa sampai saya panggil kesini?" " tidak tuan. " Darren meletakkan kacamatanya setelah tadi sepertinya membaca berkas kantor yang memang dibawanya untuk dicek dirumah. " Saya minta kamu menikahi xia ". Marvel sempat mematung sesaat, mencerna apa yang Darren ucapkan, hingga kebungkaman Marvel yang cukup lama membuat Darren sadar Marvel belum mencerna ucapannya. " Saya mau kamu menikah sama anak bungsu saya, Xia. Marvel? " Marvel menggeleng tak percaya, berharap apa yang didengarnya dari darren hanyalah candaan semata, namun melihat wajah dingin pria berumur didepannya membuat harapannya pupus. " Magsud anda apa tuan? saya tidak bisa menikah dengan nona Xia tuan saya sudah mempunyai pacar, dan saya sangat mencintainya. " " Kamu menolak permintaan saya Marvel?. " Marvel bergeming, tangannya tergenggam erat " Tapi ini masalah hidup saya tuan, tuan tidak berhak... " " Ini permintaan orang yang katanya sudah kamu anggap sebagai orang tua sendiri Marvel. " Marvel bangkit dari duduk lalu membungkuk dalam " maaf tuan saya berterima kasih atas jasa yang tuan dan keluarga berikan sampai saya seperti ini, tapi jika itu permintaan tuan, mohon maaf saya benar benar tidak bisa tuan. " " Saya permisi. " Baru saja berbalik dan berjalan beberapa langkah, suara Darren membuat langkahnya terhenti, tiba tiba saja emosinya naik. " Apa jika ini demi keselematan Dara dan juga keluarganya kamu tetap tidak mau Marvel?. " " Dara, namanya dara bukan?" " Jangan bawa bawa Dara tuan. " Tangannya terkepal marah. " Pilihan ada ditanganmu Marvel ". Setelah mengatakan itu, Darren terlihat kembali memakai kacamatanya dan melanjutkan membaca berkas berkas yang sempat tertunda membiarkan Marvel pergi dengan membawa kekesalannya. Hari berlalu, awalnya Marvel ancaman darren hanya bualan semata, dia lupa jika sifat keras kepala Xia menurun pada Darren dan dia tidak bisa meremehkan itu. Hingga tepat seminggu, tanpa diduga dara diserempet mobil tidak dikenal, juga nenek dan kekek dara yang ada dikampung tiba tiba diteror orang tidak dikenal. Setelah diselidiki ternyata orang orang dibalik kecelakaan dan teror tersebut adalah keluarga Xia. Hingga dengan penuh kekesalan dan penuh kemarahan Marvel mendatangi rumah Darren dan menyetujui permintaan mereka. Namun baru saja masuk samar samar dia mendengar percakapan antara seorang wanita yang diyakini xia dan juga suara laki laki yang cukup dikenalnya, dean. " Masih banyak laki laki lain yang jauh lebih baik Xia, kenapa harus marvel yang sudah mempunyai pacar yang kamu harapkan ??" " Karna gue maunya cuma Marvel, gue cuma cinta sama dia. " " Tapi Marvel nggak mungkin cinta sama kamu, Xia. " " Semuanya yang nggak mungkin bisa jadi mungkin karna gue kak. " " Marvel orang yang setia, dan dia nggak akan pernah menduakan Dara. dia sangat cinta sama dara Xia, kakak lebih kenal Marvel daripada kamu. " " Udah gue bilang kak, semua bisa gue tanganin, kalau kakak nggak mau bantu, gue bisa sendiri. " " Tapi tidak juga dengan melukai Dara dan kakek neneknya Xia, Marvel nanti akan makin membencimu. " " Kalau itu yang bisa membuat Marvel menikahiku kenapa nggak?! " " Ehemm.. Ada apa Marvell ?? " Suara Darren dari arah tangga menyadarkan Marvel, juga Xia dan dean yang terkejut jika ada Marvel disekitarnya. Pandanganya mengarah pada Darren sesaat, namun kemudian menatap Xia dengan pandangan marah dan juga muak. " Saya nggak nyangka, anda yang terhormat melakukan perbuatan selicik ini. " Bukanya marah Xia malah tersenyum kecil sembari melipat kedua tanganya santai " Apa kamu baru tau jika aku memang selicik itu dan bisa melakukan apapun yang aku mau dalam sekejap?. " " Anda tau? Sikap anda seperti ini tidak mencerminkan orang terpandang melainkan seorang p*****r— . " BUG!!! Sebuah bogem dari dean membuat Marvel tersungkur jatuh membuat semua orang didalam rumah menjadi khawatir termasuk Xia. " Gue emang ga setuju dengan keras kepala dan sikap adek gue, tapi gue juga gak bisa biarin orang orang ngerendahin adek gue, sekalipun orang terdekat gue Marvel. " Marvel tersenyum sinis, menyeka darah disudut bibirnya dan bangkit dengan " Saya menyetujui pernikahan ini, tapi jangan harap saya bisa memberikan kebahagiaan yang tuan putri rumah ini harapkan. " Setelah mengucapkan itu Marvel keluar dengan membawa kekesalan dan juga kekecewaan pada seluruh keluarga terpandang yang sudah dianggap keluarganya sendiri. Namun ada juga rasa sedih dihatinya mengingat orang yang dihinanya adalah anak dari orang yang sudah menolongnya dari kejamnya dunia. Setelah menenangkan diri didalam mobil, Marvel memutuskan untuk kekos sang kekasih, setidaknya dengan bertemu dara bisa meredam amarah dan juga rasa kalut dihatinya juga membuatnya tenang. Dan setelelah itu dia akan menjelaskan pada Dara, semoga saja Dara mengerti. Setelah mengetuk pintu beberapa kali muncullah pujaan hatinya yang sepertinya baru bangun tidur. " Sayang— " Belum sempat Dara melanjutkan ucapannya, Marvel lebih dulu memeluknya nyaris membuatnya limbung. " Kita masuk dulu. " Setelah keduanya duduk, Marvel mengenggem erat tangan Dara berharap wanita itu tidak pergi sebelum dia menjelaskan dengan selesai. " Sayang, aku mau bilang sama kamu tapi kamu jangan marah, ataupun pergi sebelum aku selesai. " " Iya, kenapa sih. " Marvel menghela nafas beberapa kali sebelum menatap Dara dalam. " Sayang, aku akan nikah sama Xia. " Dara terkejut tentu saja " Magsud mas apa?. " " Jangan potong dulu, akan mas jelaskan. " " Mas nikah sama Xia demi kamu Dara, Xia yang udah nyelakain kamu juga nenek sama kakek dikampung dia juga akan memecat kamu dan memblacklist kamu diperusahaan manapun dia akan melakukan berbagai cara agar kemauanya tercapai sayang, aku nggak mau kamu kenapa napa, kamu kelemahan aku, dan itu yang mereka manfaatin. " setelah mendengar semua itu Dara menangis kencang " Lebih baik aku mati aja daripada kamu nikah sama orang lain mas. " " Kamu nggak kasian sama aku? Sama nenek? Sama kakek? Hanya karna kelicikan Xia kamu menyerah?. " " Tapi aku nggak bisa lihat kamu bahagia dan nikah sama orang lain mas. " " Cuma kamu bahagia aku, dan juga aku nantinya akan nyiptin neraka dipernikahanku dan Xia, hingga dia sendiri yang akan menyerah. " Dara menatap Marvel ragu " mas janji??. " " Iya, mas janji. " Marvel tersentak ketika seseorang menepuk bahunya membuat lamunanya buyar, dia menoleh dan mendapati Dara yang menatapnya heran. " Mas kenapa malam malam disini? " Dara mendudukan diri disamping Marvel yang tadi melamun sembari menatap lautan. " Nggak, cuma cari angin aja. " Sahut Marvel sembari mengusap lembut rambut Dara. ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD