Xia mengenakan gaun tidur satin dengan sangat tipis transparan dengan tali tipis dilengan kanan kirinya juga tali bagian tengah jika ditarik sekali saja akan menampilkan bra dan juga celana dalam yang dipakainya.
Sengaja memang. Xia membawanya dari rumah, sudah dia bilang sejak awal dia akan melakukan apapun untuk menjadikan Marvel miliknya.
Xia menyemprotkan parfum kebanggannya juga menyisir rambut panjangnya yang dibiarkan terurai tepat ketika pintu terdengar terbuka.
Marvel mematung sesaat ketika Xia berbalik kearahnya, dalaman hitam yang begitu kontras dengan gaun tidur warna merah menyala yang Xia kenakan membuat Marvel dengan jelas melihat lekuk tubuh dan beberapa bagian tubuh Xia yang begitu menggoda.
Xia tersenyum miring melihat keterpakuan Marvel, namun senyumnya luntur ketika Marvel dengan wajah dinginnya melewatinya begitu saja dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
" Sialan, apa dia itu kelainan? Mantan gue yang cuma lihat belahan d**a gue aja udah merengek minta dipuaskan sedangkan dia yang gue suguhkan dengan dengaja malah dibiarin?. "
Menahan kesal, Xia duduk ditepi ranjang dengan posisi menggoda dengan tangan memainkan gawai.
Hingga tak lama kemudian Marvel keluar dengan wajah yang lebih segar, sepertinya pria itu baru saja selesai mandi terbukti dengan beberapa helaian rambut yang masih meneteskan air juga wangi sabun yang cukup menyengat.
tanpa mengatakan apa apa marvel naik keranjang dan memainkan gawainya tanpa melirik Xia sedikitpun membuat Xia sedikit sangsi, sebenarnya dia bukan w*************a dia tidak tau cara menggoda pria untuk mengajak seks.
Xia menggenggam tangan Marvel dengan pelan membuat Marvel yang merasakan tangan dingin Xia sedikit tersentak dan terkejut reflek melepaskan.
" Apaansi." Desisnya risih.
" Kenapa kamu nggak mau lihat aku? Takut tergoda? " Tantang Xia dengan wajah menantang, Marvel berdecih memalingkan wajah.
" Tergoda? Bahkan Dara yang tertutup seluruhnya sudah dangat menggoda saya tanpa harus berpakaian p*****r seperti sekarang. "
Tangan Xia terkepal menahan kekesalan " Apakah hubunganmu dengan Dara sudah sejauh itu? "
Melihat kekesalah Xia membuatnya sedikit bahagia. Setidaknya dia berhasil membuat wanita didepannya merasa egonya terinjak injak dan itu sangat menyenangkan baginya, Marvel tersenyum miring menikmati wajah patah hati Xia.
" Saya rasa anda sudah menyimpulkan sejak melihat betapa panasnya ciuman kami sore kemaren. "
Xia memalingkan wajahnya yang terasa panas, antara marah, kecewa juga sedih, namun sekuat tenaga dia menyimpan ekspesi itu dan menampilkan wajah datarnya.
" Kalau bagitu, sentuh aku sebagaimana kamu menyentuh Dara. "
Tanpa diduga Marvel terjungkang dan terlentang dengan Xia yang berada diatasnya, dengan bibir Xia yang berada dibibirnya melumat dengan rakut sarat akan kecemburuan dan juga rasa marah.
Baru saja akan mendorong tubuh Xia malah dia yang dibuat terkejut ketika tanganya diarahkan Xia memegang sebuah gundukan yang sangat kenyal yang membuatnya melotot dengan rasa aneh.
Xia melepaskan tautan ciuman mereka dan membuka tali spageti hingga membuat gaunnya luruh dan hanya menampilkan bra yang tak cukup menampung payudaranya dan celana dalam yang cukup tipis.
" Xia, kamu gila?"
Setelah membentak sedemikian keras Marvel mendorong Xia dan turun dari ranjang dengan wajah berkilat amarah tanpa berkata kata dia pergi keluar kamar meninggalkan Xia yang terpaku terkejut mendengar bentakan Marvel.
Namun ketika kesadaran telah direnggutnya kembali buru buru dia kembali membenahi tali gaunnya dan bergegas menyusul Marvel takut pria itu malah minta dipuaskan Dara, dia tak akan membiarkan itu terjadi.
Namun karna buru buru baru saja keluar kamar dia menabrak sesorang hingga membuatnya hampir tersungkur jatuh jika saja tidak ada tangan yang menahannya.
" Xia ".
Tubuh Xia merinding ketika mendengar suara musk itu menyapa pendengaranya, dia mendongak dan hampir melotot melihat pria yang menolongnya, buru buru Xia berdiri dan membenahi gaunya yang sedikit terbuka.
" Ck ternyata tubuh loe sesexy ini Xia, gue baru tau ".
" Tutup mulut loe, Nicko. " Desis Xia menahan amarahnya, terlebih wajah m***m yang membuatnya risih.
" Jaga mata loe b******n. "
Mendengar umpatan Xia bukanya marah, pria yang disebut Nicko itu malah tersenyum miring dan memindai ujung rambut Xia sampai kaki Xia dengan wajah menilai hingga beberapa saat kemudian dia menyeringai dan menjilat bibirnya beberapa kali.
" Apakah boleh pemandangan yang sangat menakjubkan ini dilewatkan begitu saja?. "
Xia memasang wajah muak, baru saja hendak berlalu, tangan Nicko menahannya.
" Xia aku minta maaf, dulu Sarah yang menjebakku. "
" Iya Sarah yang nyebak loe. dan loe menikmati jebakan itu sampai ngulangin 3 kali kan? b******k emang loe Nick." Sentak xia sembari menyentak genggaman tangan Nicko.
Nicko menyugar rambutnya dengan wajah frustasi lalu kembali ditatapnya Xia yang masih menampilkan wajah malasnya.
" Aku minta maaf Xia, aku bener bener khilaf waktu itu. "
" Khilaf gak mungkin ngulangin lagi nicko. "
" Iya iya aku salah, aku minta maaf yah, kita balikan ya. "
Xia tersenyum miring mendengarnya " balikan? " dengan wajah angkuh dia mengangkat tanganya dan menampilkan sombongnya " aku udah nikah. "
" Kamu bercanda? "
Xia memutar bolamatanya malas " ngapain bohongin loe, ga ada untungnya nicko. "
" Jadi pria yang baru saja keluar dari kamar ini suami kamu? "
" Loe lihat dia kemana? "
" Tapi dia lagi — . "
Belum sempat nicko melanjutkan ucapanya, Xia buru buru berlari kearah yang dilewati Nicko membuat gaun yang dipakainya berterbangan.
Melihat wajah panik Xia dan menyadari apa yang terjadi, Nicko buru buru menyusul Xia dan benar saja, kamar yang di tuju xia adalah kamar yang dilihatnya tadi ada pria yang keluar dari kamar Xia dan langsung mencium seorang wanita yang akan keluar dari kamarnya.
Setelah sampai dia mendapati Xia yang sudah menangis namun wajahnya begitu marah dan ada bekas tamparan dipipi si pria yang dilihatnya tadi, juga wanita yang berusaha membenahi pakaian atasnya yang sepertinya sedikit terbuka dengan rambut yang sedikit acak acakkan bekas jambakan.
Dan Nicko cukup mengerti situasi ini.
" Wanita yang kamu sebut pacar ini lebih p*****r dari pada aku Marvel. "
Marvel manatap Xia dengan mata memerah menahan amarah, baru saja akan menjambak rambut dara kembali buru buru Nicko menahan Xia begitupun Marvel yang memeluk tubuh rapuh dara yang menangis.
" Dara Dara gue nggak nyangka, loe semurahan itu? Bahkan p*****r lebih terhormat daripada sikap menjijikan loe yang ngangkang lebar buat suami orang. "
" XIA. " Bentak Marvel keras membuat Nicko yang melihatnya menatapnya marah.
" Slow bro, jangan bentak bentak cewek gue. "
Mendengar itu Marvel menatap xia dan nicko bergantian, lalu tersenyum miring " Owh anda cowoknya, bawa pergi gih cewek gila ini, jauh jauh dari saya. "
" Dengan senang hati. "
Buru buru Nicko menarik Xia, dia cukup tau tatapan terluka Xia melihat pria didepannya yang lebih memilih wanita lain dibandingkan dirinya, terlebih melihat jari pria yang tadi membalas ucapannya memakai cincin yang sama yang Xia pamerkan padanya sudah dipastikan dia adalah suami Xia.
Xia sempat membentak ketika Nicko menariknya keluar " Gua nggak akan keluar Nicko, sebelum Marvel juga keluar sama gue nggak sama perempuan murahan ini. "
Nicko berbisik lirih yang mampu membuat Xia melunak.
" Tenangin diri kamu, kamu akan terlihat lemah dengan posisi ini, matamu nggak bisa bohong kalau kamu terluka, ikuti kataku sekali aja. "