Kisah Di Masa Lalu

1109 Words
" Jadi, tadi itu suami kamu? " Xia memutar bola matanya malas sembari mengaduk minuman didepannya " Loe ga perlu tau. " "Kelihatanya suami kamu cinta banget sama itu cewek, itu pacarnya?" Lagi lagi Xia hanya menghela nafas, malas menanggapi ucapan Nick yang menurutnya tak penting juga membuat moodnya memburuk, wanita itu menatap hamparan lautan yang begitu sejuk. " Loe ngapain kesini? Honeymoon sama sarah?" Nick tertawa pelan " Bukan, aku sendirian, aku kesini cuma mau seneng seneng aja, mengingat mantan aku dulu pengen banget liburan kesini tapi belum kesampaian, dan see .. " Nick mengindikan bahunya kearah Xia sembari tersenyum miring " aku ketemu dia lagi disini. " Xia mendengus mendengar ungkapan Nick yang jelas jelas untuknya karna memang dulu dia sempat bermimpi ingin liburan setelah menikah dengan nicko disini namun takdir berkata lain, perselingkuhan yang terjalin antara sahabatnya juga kekasihnya membuatnya muak. " Kenapa kamu malah menikah sama orang yang gak cinta sama kamu ?" Kembali Nick melempar pertanyaan karna lagi lagi Xia sempertinya enggan membalas ucapannya. " Gua suka aja tantangan, gue trauma sama orang yang kelihatan bucin tapi suka selingkuh. " Nick terkekekeh pelan namun tatapannya sendu, dia memang dulu sangat mencintai Xia bahkan dia yang begitu posesif dan Xia yang cuek dan juga kurang perduli meskipun sebenarnya pun Xia sayang hanya memang dia tidak bisa terlalu mengungkapkan kasih sayangnya. " Sorry. " Xia hanya berdehem singkat enggan membalas, dia cukup menikmati malam yang gemerlap penuh lampu dengan hamparan laut yang luas, anginnya yang cukup keras tak membuat xia kedinginan. " Apa loe pikir mereka lagi n***e?" Nick menatap Xia dalam, dia tau betul tatapan kosong Xia menyiratkan luka yang cukup dalam, segitu cintanya kah xia dengan pria tadi. " Aku rasa nggak." Nick menatapn kedepan sama seperti Xia pandanganya menerawang " Kenapa capek capek ngejar laki laki yang gak cinta sama kamu sih Xi? Banyak yang berharap sama kamu tanpa kamu bersusah payah dan terluka seperti ini. " " Seharusnya gue nggak cerita karna loe bukan orang yang penting, tapi gue lagi butuh temen cerita " Xia menghela nafas sejenak, lalu kembali membuka matanya dengan tatapan sendu " Gue nggak tau apa yang ada didalam diri Marvel, sejak pertemuan gue sama dia dilift yang dia ngobatin gue tanpa tau gue anak dari pemilik perusahaan gue sedikit respek, terlebih dia nggak suka cari muka, nggak tau kenapa tiba tiba setelah gue tau banyak hal tentang dia dari dean gue suka sama dia, dia type orang yang tenang tapi tegas dalam bertindak, nggak suka banyak omong. " " Tapi dia udah punya pacar?" Xia mengangguk " Gue emang gila, bahkan loe tau itu, gue juga bukan orang yang baik jadi meskipun dia sudah punya pacar gue yang keras kepala ini pengen milikin dia bagaimanapun caranya. " Nick mengangguk, memang Xia orang yang sangat arogan ambisius bahkan dulu saat dia selingkuh Xia dengan sekali ucap 3 hari kemudian perusahaannya merosot, juga sarah yang diblacklist dari semua acara televisi karna profesinya sebagai artis. " Tapi aku nggak mau kamu terluka lagi kayak gini Xia. " Mendengar itu Xia melirik Nick sekilas dengan senyum tipis yang mengejek " Loe orang pertama yang buat gue patah hati Nick, saat gue udah percayain seluruh hati gue, jadi untuk saat ini patah hati bukan masalah yang besar buat gue. " Nicko menatap Xia dengan rasa bersalah yang mendalam " Xi.. " " No problem. " Keduanya sama sama diam dalam keheningan. **** Dara masih menangis didekapan Marvel, dengan Marvel yang mengucapkan kata kata penenang dan mengusap kepalanya lembut. " Apa aku semurahan itu mas? " " Apaan sih, kamu nggak kayak gitu dara, jangan dengerin kata kata Xia barusan. " " Tapi mbak Xia benar, aku kayak p*****r yang ngelayanin kamu kalau kamu datang. " " Tapi apakah aku pernah mengatakan itu? " Dara menggeleng pelan. " Terus, apa yang kamu pikirkan? " " Kamu datang, terus aku menyambutmu layaknya p*****r padahal kamu sudah beristri mas." Tangis Dara kembali pecah ketika mengingat orang yang mendekapnya sudah menjadi milik orang lain. " Jangan berbicara begitu Dara, aku kan sudah bilang, kamu hanya perlu menunggu waktu, dia yang akan nyerah dengan sendirinya. " Dara mengangguk, berusaha mengerti " Tapi kenapa mas seperti tadi, apa mbak Xia ngapa ngapain mas? " Marvel berdehem singkat mengingat aksi nekat Xia tadi " Dia minta haknya. " Mata Dara melotot dan menatap Marvel tajam namun terlihat menggemaskan dimata Marvel membuat laki laki itu terkekeh " Terus mas tanggepin? " " Ya nggak lah, kalau mas tanggepin mas nggak mungkin disini kan? " Langsung saja Dara menghela nafas lega " Syukur deh. " Namun tatapanya kembali kesal " Katanya nggak akan maksa kamu buat ngelakuin itu mas tapi kenapa dia gitu? Ish menyebalkan. " " Udah nggak perlu dipikirin, yang pasti aku nggak akan nyentuh xia, mas janji. " " Heumm.. " Dara mengangguk mengerti lalu kembali merebahkan kepalanya dan menyamankan diri dipelukan Marvel. " Tapi mas, tadi yang bawa mbak xia keluar tadi siapa? Kok nggak pernah lihat. " " Gak tau, mungkin pacarnya tadi laki lakinya bilang kalau xia ceweknya kan. " " Iya sih, apa mbak xia itu juga masih punya pacar? Tapi kenapa malah ngejar ngejar mas yang jelas jelas udah punya aku? " " Mas nggak tau. " Diam diam Marvel juga sedikit penasaran, setahunya Xia tidak dekat dengan pria manapun sejak kembali keindonesia bahkan terkesan mengejarnya terus terusan. Atau memang dia yang tak mengenal Xia sepenuhnya?. Ahh Marvel tak perduli, apa yang wanita itu lakukan dengan pria barusan. **** Marvel dan Xia sudah kembali kekamarnya mereka sendiri. meskipun sedikit canggung namun keduanya tidur ditempat biasanya, ada jarak yang cukup jauh. Namun diam diam Xia merasa penasaran, dia belum bisa tidur apakah tadi Marvel dan Dara melakukan hal yang sempat tertunda karnanya atau tidak. Beberapa kali dia mengubah posisi tidurnya menatap Marvel yang menutupi wajahnya dengan lengan kirinya. Hingga ketika Xia kembali memunggungi Marvel sebuah pergerakan seseorang yang turun dari kasur membuatnya menoleh dia mendapati Marvel tidur disofa. " Kenapa pindah? " " Saya nggak nyaman tidur dengan ranjang berisik. " Xia menggigit bibirnya merasa bersalah " Sorry, aku nggak akan gitu lagi, kamu bisa pindah. " " Gausah. " " Marvel — " " Oke!!! Gausah berdebat, saya malas. " Setelahnya, Marvel kembali keranjang dengan posisi sama seperti sebelum pindah. Namun Xia yang masih belum bisa tidur memilih beranjak takut menganggu ketenangan tidur Marvel kembali. Hingga sebuah notif tanpa suara hanya sebuah kedipan dilayar ponsel Marvel membuatnya menoleh. Disana walpaper layar Marvel terdapat foto mereka berdua dengan dara yang tengah merangkut mesra Marvel dan keduanya tersenyum kearah kamera. Xia tersenyum miris " Apa aku bisa diposisi seperti dara dihati kamu mas? " ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD