Eyang Wiryo mematung, korek api peraknya terlepas dan jatuh ke rumput yang basah. Map merah itu masih terjepit di jemarinya yang gemetar, namun pandangannya terkunci pada sosok wanita yang baru turun dari helikopter. "Sartika? Tidak mungkin... kau sudah membusuk di dasar jurang sepuluh tahun lalu!" geram Eyang Wiryo dengan suara tercekat. Wanita itu, Sartika, melangkah maju dengan senapan laras panjang yang membidik tepat ke arah jantung sang penguasa Arlangga. Maya terpaku di atas matras evakuasi, air matanya tumpah tanpa suara saat melihat wajah yang selama ini hanya ada di bingkai foto kusam. "Ibu? Apakah itu benar-benar Ibu?" bisik Maya dengan suara yang nyaris hilang ditelan deru mesin helikopter. Sartika melirik sekilas ke arah Maya, matanya yang tajam mendadak melunak selama sa

