Tabung oksigen di samping tempat tidur Dirga mulai mendesis, tanda tekanan gas di dalamnya sudah mencapai batas kritis akibat panas. Maya terbatuk hebat, matanya perih diserang asap hitam yang bergulung-gulung memenuhi langit-langit kamar. "Lari, Maya! Tabung itu akan meledak!" teriak Dirga sambil berusaha menyeret tubuhnya di atas lantai marmer yang panas. Maya menggeleng keras, ia justru menyusupkan bahunya ke bawah ketiak Dirga, mencoba memopong pria itu sekuat tenaga. Tiba-tiba, kaca jendela pecah berantakan dihantam tendangan sepatu bot militer yang sangat keras. Sosok berpakaian taktis hitam meluncur masuk dengan tali rappel, mendarat tepat di antara Maya dan kobaran api yang menjilat tirai. "Cepat pakai ini!" bentak sosok itu sambil melemparkan dua masker oksigen portabel kepad

