Bab 4

1020 Words
Kim berjalan menuju kamar mandi, ia mencuci wajahnya dengan air wastafel. "Mana mungkin aku jatuh cinta dengan pria itu, aku hanya menginginkan uang dan uang." Kata Kim membasuh kembali wajahnya. "Sial, aku harus kembali ke apartemen," ucap Kim dan berjalan pergi. Di sisi lain Roger yang sudah berjam-jam di depan pintu apartemen menunggu kedatangan Kim. "Kemana wanita ini." Ucap Roger tak melihat kedatangan Kim. "Apakah dia tidak pulang?" Ucap Roger berbicara sendiri. Setelah hampir beberapa menit Roger menunggu, ia melihat sosok wanita cantik dengan pakaian seksi, rambutnya sedikit berantakan dengan tas selempang hitam yang ia kenakan. "Kim." Sapa Roger melihat kedatangan Kim. "Kau?" Balas Kim sedikit syok. "Roger, panggil saja Roger." Kim menutup bagian dadanya dengan  jaket, ia merapikan rambut dengan jemari. "Sial, aku pasti sangat berantakan." Batin Kim. "Ah... Iyah Roger." Balas Kim tersenyum. "Kau sudah makan? Kau pasti lapar, ayo kita makan bersama." Ajak Roger menebak bahwa Kim mungkin sangat lapar. "Makan bersama?" Tanya Kim menaikkan salah satu alisnya. "Ya Kim, setidaknya ajaklah aku untuk berjalan-jalan." Ucap Roger kini mendekati Kim. "Baiklah." Balas Kim tersenyum. ************************************ Beberapa saat kemudian, setelah mereka berdua telah sampai di sebuah cafe. "Astaga Roger, kau memesan banyak sekali makanan." Ucap Kim melihat meja bundar di depan sudah penuh akan hidangan. "Makanlah ini Kim! Aku tahu kau pasti lapar." Tawa Roger mengambil beberapa ikan laut di letakan di piring. Ammhhh... Amhh... Crakkkkk Suara kunyahan kepiting Kim begitu terdengar di telinga Roger. "Kau menyuruhku makan, ayo kau juga makanlah! Aku tidak ingin kau kelaparan." Ucap Kim dengan mulut yang penuh akan makanan. "Apa kau tidak punya teman disini?" Tanya Kim kini mulai meminum air putih. "Tidak, aku sendirian disini, mungkin aku punya banyak teman, tapi tidak disini," balas Roger memainkan sumpitnya. "Ngomong-ngomong kau bekerja dimana? Aku tidak yakin kau sendirian tanpa memiliki pekerjaan." Basa-basi Kim yang ingin tahu lebih banyak tentang Roger. Kim hanya ingin melihat apakah Roger benar-benar kaya raya atau tidak. "Aku memiliki beberapa bisnis, tenang saja, aku tidak menyuruhmu untuk membayar semua makanan ini." Goda Roger dan Kim hanya tertawa. "Bisnis? Oh...." Balas Kim singkat. "Jika kau benar-benar kaya, aku akan mengambil semua uangmu, tapi lihatlah jika kau membohongi." Batin Kim sambil menahan tawa. Saat Kim dan Roger sudah kenyang dengan apa yang mereka makan, Kim menyenderkan kepalanya di tembok cafe. "Sial aku mengantuk." Ucap Kim tak sadar terdengar Roger walau sudah sangat pelan. "Kau mengantuk Kim, ayo kita kembali ke apartemen!" Perintah Roger berdiri. "Kau yakin? Kau tidak keberatan kita belum menghabiskan semua makanan disini?" Lirik Kim menatap Roger. "Tak apa Kim, kita bisa makan bersama lagi di lain waktu." Balas Roger mencoba meyakinkan Kim. "Maaf Roger, tapi aku sangat ngantuk." Suara manja Kim kini mulai terdengar. Tentu saja Kim begitu lelah, ia bekerja menemani para pria di tempat karaoke. Belum lagi ia harus bernyanyi. "Cepat berdirilah! Kita akan kembali ke apartemen." Ajak Roger dan Kim menuruti. Ketika di dalam mobil, Kim menyenderkan kepalanya, ia mencoba menutup kedua matanya, kantuk yang ia rasa sepertinya sudah tak bisa Kim tahan lagi. "Aku sangat lelah, bekerja pagi dan malam, lalu aku bangun bekerja lagi dan lagi... Hidupku sangat membosankan," Kim mengigau di sebelah Roger, Roger yang mendengar itu hanya diam. Roger yang mendengar itu semua sedikit merasa iba. Huwek..... Huwek.... Huwek... Kim memuntahkan seluruh cairan di mulutnya karena efek mabuk. Seluruh baju dan jok mobil Roger kini sudah penuh akibat cairan dari mulut Kim. Huwek...... "Kim... Astaga kau kenapa?" Tanya Roger panik. Roger mengehentikan mobilnya, ia mengambil beberapa koran dari jok belakang dan membersihkan baju Kim. "Maaf Roger, aku sudah tidak kuat." Ucap Kim lemas. "Tak masalah, bersihkan dirimu terlebih dahulu." Ucap Roger kini mengambil tissu membersihkan mulut Kim. "Kau mabuk?" Tanya Roger. "E'em." Balas Kim mengangguk. "Tahan lah sebentar," ucap Roger dan segera menyalakan mesin mobilnya, dengan cepat Roger kembali menuju apartemen. Sesampai di apartemen, Roger mengendong tubuh Kim, ia mengendong tubuh Kim dan berjalan menuju lift. Ting Pintu apartemen terbuka, Roger segera memencet tombol nomor kamar apartemen nya. "Maaf, aku merepotkan mu." Ucap Kim tetap dengan menutup mata. Tak ada balasan dari bibi Roger, pria itu hanya diam. Ting Pintu lift terbuka, tanpa menunggu lama, Roger segera memasuki kamar apartemen nya. "Sial, aku tidak bisa membiarkan dia sendirian di dalam kamarnya, aku tidak punya cara lain, aku harus membawanya ke kamarku." Ucap Roger sedang berpikir. Tak punya cara lain, Roger terpaksa membawa Kim ke kamarnya, di tidurkan tubuh Kim di atas kasur. "Roger," ucap Kim menarik tangan Roger. "Tidurlah Kim, aku akan tidur di sofa." Balas Roger melepas tangan Kim. "Ini kamar siapa?" Tanya Kim tetap menutupkan mata. "Kamarku, tenanglah! Aku tidak akan berbuat jahat padamu." Balas Roger kini melepas bajunya dan berganti kaos. "Mana mungkin ada lelaki tulus, kau sangat munafik Roger." Batin Kim menerka-nerka. Kim sudah tak bisa menahan rasa pusing, ia tak sanggup, ia menutup kedua matanya, Kim hanya membayangkan bahwa dirinya terbangun dengan keadaan bugil karena Roger akan menidurinya, ya. Itu adalah pikiran kotor Kim. Roger memberikan selimut di tubuh Kim, menyalakan remote ac agar Kim tertidur nyenyak. "Kuharap kau adalah orang baik yang aku temui Kim." Ucap Roger melihat wajah Kim yang sudak tertidur. Keesokan harinya........... Kim membuka matanya, ia tak melihat seorangpun di sebelah, segera dengan cepat Kim membuka selimut dan melihat seluruh bagian bawah. "Untunglah aku masih memakai baju." Ucap Kim kian takut jika Roger melepas seluruh pakaiannya semalam. Kim berjalan menuju kamar mandi, ia membasuh wajahnya, dan mengingat kejadian semalam. Kim ingat bahwa semalam ia sempat mabuk di dalam mobil Roger, lalu Roger mengendong, dan... Dan Kim baru sadar bahwa ini bukan kamar Kim. "Tidak....." Ucap Kim dengan Intens. Kim meraba seluruh tubuhnya, ia berharap bahwa keperawanannya masih utuh. "Aku masih perawan." Ucap Kim berbicara di depan kaca. "Jadi Roger tidak menyentuh ku sama sekali." Kim terus mengingat kejadian semalam. Kim sama sekali tak percaya, bahwa masih ada pria baik, karena kebanyakan pria yang Kim temui, ia selalu ingin tidur dengannya. "Roger... Kau...." Ucap Kim merasa bahwa Roger memang berbeda dengan kebanyakan pria. Kim segera keluar dari kamar mandi,  ia mencari tahu keberadaan Roger. "Roger." Panggil Kim melihat Roger berdiri di balkon membawa kopi hangat. ___________*************_____________ Next.. Suka cerita ini gak? Ig: Hes_Ree
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD