Bab 37

917 Words

"Jovanca," kata Demian, pandangannya lurus menatap wanita itu. Jovanca tersenyum kepadanya, ia tahu Demian akan berjanji untuk meninggalkan wanita itu. "Ya," kata Jovanca. "Ada hal yang harus kukatakan kepadamu, tapi sebelum itu, aku benar-benar ingin minta maaf padamu." Jovanca menyatukan alisnya, "katakan saja." "Zea....dia," Demian berhenti, ia menjatuhkan tatapannya ke bawah, wajahnya berubah muram, dan tampak begitu menyesal. "Ada apa dengan wanita itu, Demian?" Suara Jovanca mulai berubah, perasaannya sebagai seorang istri mulai tak karuan. "Dia hamil, Jovanca." Suara Demian terdengar lirih, nyaris seperti bisikan. Jovanca terdiam, wajahnya berubah tegang, "aku pasti salah dengar, kan, Demian?" "Maafkan, aku. Tapi dia memang hamil. Dokter itu sendiri yang mengatakannya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD