BELENGGU Bab 10 “Demian, tumben kau menghubungiku.” Kata Aksa tertawa kecil. Pria itu duduk di sebelah Demian, memesan segelas bir dengan potongan lemon. “Apa Jovanca mengatakan sesuatu padamu?” Demian meneguk birnya. Kemudian menoleh ke arah Aksa yang juga menatapnya. “Soal apa? Soal Zea?” “Ya, kau melihatnya, bukan? Di restoran itu.” jawab Demian kesal. “Tidak. Jovanca hanya terkejut saat melihatmu bersama wanita itu. Dan aku mengatakan mungkin saja dia klienmu. Lalu aku membawa istrimu pulang, maksudku kami pulang dengan mobil masing-masing. Setelah itu apa yang terjadi? Dia menghubungimu tapi kau tidak menjawab.” “Huh, ponselku mati. Aku bahkan tidak menyadarinya. Dan kesalahanku adalah membawa Zea ke restoran favorit kami. Aku benar – benar tidak ingat dengan janji makan mal

