Bab 5

1065 Words
udah siap sayang.?",,,tanya Rian pada susan.. "kamu cantik sekali malam ini sayang. "bisiknya lirih sembari menahan hasrat yang sedari tadi kian menguasai dirinya. "sabar.. sabar.. Ri.. ntar malem kamu puaskan dirimu. "batin Rian membujuk dirinya sendiri. "udah yuk jalan,aku udah laper banget nih ."seru susan pada semua. "tapi sayang kita makan malam di sini aja ya. "seru Rian dengan wajah memelas. "mas apaan sih,kita udah sepakat ya, aku mau kita makan malam di restoran favorit kita, no debat. Jan kamu bareng Bang Fandi ya, aku sama mas Rian,bisa kan? " "oke kita jalan yuk keburu kemaleman, nanti gak dapet meja deh. "seru Fandi sembari mengajak Jani, ia pun mengikuti Fandi dengan berjalan di belakang Fandi, karena ia masi merasa cangggung. sepeninggalan fandi dan Jani, Rian kembali memohon dengan wajah memelas nya. "sayang.. sayang... kita disini aja ya,, biarin Fandi sama Jani mereka jalan biar saling mengenal satu sama lain, tenang aja aku udah titip pesan sama Fandi biar mereka bawain makan malam buat kita berdua. " "mas kamu ngeselin banget ya... tau gitu aku gak usah cape-cape siap kaya gini, aduh mas kamu in... "belum selesai susan mengomel, Rian sudah membungkam bibir susan dengan pagutan di bibirnya. mereka pun saling melumat dengan mesra, seakan-akan enggan untuk melepaskan ciuman mereka. "mmaaaas" teriak susan.bukannya menjawab, rian malah mencium bibir susan dengan ganasnya, ia ingin segera melepas kerinduan nya pada sang kekasih. "yang... kita ke kamar yuk. "ujar Rian yang sudah semakin tidak bisa mengendalikan hasrat nya yang sedari dari sudah memuncak. "mas kangen banget sama kamu.. udah hampir 2 bulan lho yang kamu gak ngasih jatah sama aku. "ujar rian dengan wajah yang semakin memelas. Susan pun menepuk jidatnya,, ia baru menyadari kalo ia dengan kekasihnya memang sudah 2 bulan mereka tidak pernah bercinta. "tapi mas...! " Rian tidak mau menerima alasan apapun, ia membawa susan dalam pelukannya.. ia memeluk kekasihnya dengan gaya bridal style. dan membawa susan ke peraduan mereka,, tanpa aba-aba Rian langsung melancarkan aksinya,, melucuti pakaian susan,, dan mereka pun segera melepas kerinduan yang sudah sangat berat ia rasakan. bergulat dengan nafsu birahi dan mereka mencapai puncak kenikmatan secara bersama-sama. *** Setibanya di restoran yang dituju, Jani malah celingukan mencari Susan dan Rian. "udah gak usah di cari dek, mereka gak akan datang, mereka emang sengaja kasi waktu buat kita berdua saling mengenal. " Jani pun kembali menundukkan kepala nya. "ia bang, gapapa koq, makasih ya udah mau ngajakin Jani jalan dan makan malam disini. "ucap Jani yang masih belum beranj menatap lelaki yang beberapa saat lalu menyatakan perasaan nya pada Jani. "Jan, abang sudah dengar semua cerita kamu dari susan, abang aja yang bantu kamu ya dek? "tawar Fandi "ma-maksud abang"? "ya abang gak mau kamu kerja buat ngelayanin orang lain,abang gak suka kalo ngeliat kamu di sentuh sama pria lain. "tegas Fandi, mampu membuat Jani jadi keheranan dan bingung. "tapi aku gak bisa nerima bantuan abang gitu aja,, bang!! "ujar Jani. "Terus kamu maunya gimana dek? "ya gak gimana-gimana,aku cuma gak mau aja dianggap sebagai orang yang memanfaatkan kebaikan orang lain, selagi aku masih bisa berusaha ya aku berusaha. " "abang semakin yakin sama kamu,, dan juga abang gak salah orang,, kamu adalah malaikat Tuhan yang dikirim khusus buat abang"Jani terkaget dengan perkataan Fandi yang membuat ia semakin malu dan ia menundukkan kepala nya lagi. "kamu jangan malu-malu malu gitu dong dek, "Fandi kemudian menggemggam tangan Jani. Jani yang kaget dia hendak menarik tangannya, tapi ia kalah cepat karena Fandi semakin meneratkan genggaman tangannya. "kalo kamu gak mau nerima bantuan uang dari abang, terus apa yang abang bisa lakukan buat bisa bantu kamu?"tanya Fandi penasaran. "abang mau bantu aku?? serius?? gak kan nyesel kalo bantu aku? " cerca Janj sembari mendongakkan wajahnya netra nya pun memandang pada mata Fandi. "kalo abang mau bantu aku, dan sesuai yang abang sudah dengar dari susan kalo aku mau menjual keperawanan ku, abang bisa carikan orang yang bersedia membayar 5 Milyar," *** Di Apartemen Susan,, ia dan kekasihnya itu mereka baru saja menyudahi permainan panas mereka. Nafas mereka masih tersengal-sengal peluh mereka kini membasahi kasur tempat dimana mereka memadu kasih. pakaian mereka berserakan dimana-mana, "Makasih sayang,, kamu emang luar biasa,, semakin hari permainan kamu semakin memuaskan aku. " Puji Rian setelah mereka sama-sama sama mencapai puncak kenikmatan bersama-sama. "Ia mas, kan emang udah tugas aku buat nyenengin kamu di ranjang kita. udah yuk,, keburu bang Fandi sama Jani pulang,, gak enak kao mereka ngeliat kita masi bugil gini,, aku mandi duluan ya mas, udah lengket banget niih. "Susan beranjak dari tempat tidurnya, ia pun memunguti pakaian yang berserakan dan memasukkan ke dalam keranjang. Lalu ia masuk dalam kamar mandi, dan segera mandi. "sayang... aku mandi sama kamu ya?? ""ucap Rian sembari membuka pintu kamar mandi yang memang tidak terkunci. "aku udah mau selesai mas, kamu ma-...."ucapan susan terpotong dengan ulah jahil kekasihnya yang tiba-tiba memeluk dan mencium bibirnya di bawah guyuran air hangat. "sayang.. mas masih pengen lagi,, kita mandi di bathup ya,, kamu diem aja kalo cape biar mas yang kuasai permainan, "rengek Rian pada Susan. tanpa menunggu jawaban ia mengangkat tubuh wanita nya dan ia rebahkan dalam bathup yang sudah ia isi air hangat sebelumnya. Dan tanpa aba-aba mereka pun mengulang adegan panas mereka hingga mereka mencapai puncak dan sama-sama sama kelelahan. susan dan rian mandi bersama lalu mereka berganti pakaian. *** Fandi terperangah dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut Jani. Dia tidak segera menjawab apapun, dia sangat heran dengan makhluk cantik di hadapannya,, bisa-bisa nya Jani meminta bantuan padanya untuk mencari orang yang bersedia merenggut kesuciannya. ia tidak habis fikir sekaki dengan pemikiran Jani. Tapi justru hal itu membuat Fandi semakin mengagumi Jani. ia pun mencoba mengalihkan pembicaraan "Dek, ayo dihabiskan makanan nya,, kasian susan sama Rian nungguin makanan mereka kalo kita kelamaa. " "Udah bang, Janj udah kenyang koq, ayok jalan" Fandi pun menuju Kasir untuk membayar bill mereka dan sembari mengambil pesanan makanan untuk susan dan rian. "yuk dek kita pulang",,ajak Fandi sambil memeluk pinggang Jani. Dan Jani pun kaget tapi ia tidak ingin melepas pelukan Fandi karena ia sendiri merasa nyaman dengan itu.mereka berjalan bersama-sama sama menuju parkiran dimana mobil Fandi berada. sesampainya di dalam mobil,perlahan Fandi melajukan kemdaraan nya dengan kecepatan sedang, karena dia masi ingin berdua bersama wanita yang begitu ia kagumi itu.mereka duduk dalam keheningan dan terlarut dalam fikiran masing-masing. "Dek" "bang" ucap mereka bersamaan,, tak elak membuat Jani malu dan tidak jadi berbicara.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD